Hari Pahlawan, Rakyat Surabaya Melawan Sekutu
66 tahun yang lalu, tanggal 10 November 1945 kota Surabaya, ibukota provinsi Jawa Timur Indonesia, dengan dalih kematian Brigjen Mallaby, rakyat dan pemuda menghalangi perlucutan tentara Jepang oleh Sekutu. Rakyat dan pemuda tidak mau menyerahkan tawanan Jepang dan senjatanya kepada Sekutu.
Pada tanggal 10 November 1945 kota Surabaya dibombardir oleh kapal-kapal Sekutu dari laut dan pesawat-pesawat tempur mereka dari udara. Ribuan rumah di kota Surabaya hancur dan ribuan mayat bergelimpangan di mana-mana. Berhari-hari Sekutu melakukan serangan tersebut dengan kejam tanpa pertimbangan perikemanusiaan sama sekali. Tujuan mereka supaya rakyat dan pemuda minta ampun dan menyerah kepada Sekutu.
Tetapi rakyat dan pemuda Surabaya di bawah pimpinan Soemarsono (PRI) dan satuan-satuan bersenjata lainnya yang pantang menyerah dan pantang minta ampun, makin menguatkan tekad dan semangat untuk meneruskan perlawanan bersenjata terhadap siapa saja yang akan memaksakan kembalinya penjajahan di Indonesia. Atas dasar ideologi dan semangat rakyat dan pemuda Surabaya yang pantang menyerah itulah maka tanggal 10 November dijadikan “Hari Pahlawan” di Indonesia.
Maroko Dijajah Perancis dan Spanyol
99 tahun yang lalu, tanggal 10 Nopember 1912, Maroko resmi dijajah oleh Perancis dan Spanyol. Sebelumnya Maroko menjadi jajahan Rusia, Dinasti Ottoman dan Italia. Menyusul terjadinya pergolakan dan persaingan antar kekuatan imperialis di awal abad ke-20, negeri ini dinyatakan berada dibawah kekuasaan Perancis dan Spanyol melalui sebuah perjanjian. Sejak saat itulah, rakyat Maroko bangkit mengadakan perlawanan bersenjata. Setelah melalui perjuangan panjang dan berdarah, akhirnya rakyat Maroko berhasil memperoleh kemerdekaan negeri mereka tahun 1956.(IRIB Indonesia)