Jepang Hentikan Perburuan Paus

Pemerintah Jepang menghentikan kegiatan tahunan perburuan paus di Antartika sebelum musim perburuan itu berakhir.
Ada sekitar 900-an paus yang biasa dibawa oleh sejumlah kapal Jepang dalam satu musim perburuan.

Kegiatan ini dihentikan setelah diprotes oleh sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam The Sea Shepherd Conservation Society.

Dalam aksinya sejumlah aktivis lingkungan terus mengganggu pelayaran sejumlah kapal pemburu di perairan beku Antartika.

Mereka juga menghalangi kapal-kapal memuat harpoon atau senjata berburu paus untuk ditembakan ke arah kerumunan paus di perairan itu.

Menteri Perikanan dan Pertanian Jepang, Michihiko Kano mengatakan akibat gangguan dari sejumlah aktivis ini mereka tidak lagi berani menjamin keselamatan para kru kapal yang melakukan kegiatan perburuan Paus tersebut.

Pemerintah Jepang mengatakan mereka menghentikan perburuan itu pada 10 Februari. Normalnya perburuan seperti ini akan berlangsung hingga pertengahan Maret.

Meski demikian masih belum jelas juga apakah penghentian ini akan berlangsung secara permanen.

“Sekarangpun kapal utama juga ikut mereka kejar dan kondisi ini membuat kami sulit menjamin keselamatan para kru kapal tersebut,” kata Kano.

Rombongan kapal pemburu Jepang tersebut melibatkan setidaknya 180 orang yang terbagi dalam empat kapal.

Dalam kegiatan perburuan tahunan seperti ini mereka setidaknya bisa membunuh hingga 945 paus di Antartika.

“Kami akan tetap mengikuti kapal-kapal milik Jepang ini hingga mereka kembali ke utara dan kami merasa yakin bahwa mereka keluar dari kawasan tempat Paus berada di Perairan Selatan,” kata Paul Watson, pendiri Organisasi The Sea Shepherd Conservation Society kepada AFP.

Penangkapan paus untuk kepentingan komersial sebelumnya sudah dilarang sejak tahun 1986 meski demikian Jepang selalu beralasan mereka melakukan penangkapan untuk kepentingan penelitian ilmiah.

Dalam laporannya Wartawan BBC di Jepang, Roland Buerk mengatakan saat ini bukan rahasia lagi bahwa paus hasil buruan itu pada akhirnya banyak yang menjadi salah satu daftar hidangan di restoran.(ANT/AFP)

Tentang rusman

kenali aku apa adanya...
Pos ini dipublikasikan di Lingkungan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Jepang Hentikan Perburuan Paus

  1. Nasionalis indo berkata:

    Perairan Jepang, Korea dan China sudah over fishing pada sekitar 1960. Perairan Thailand pada sekitas 1970. Perairan Selat malaka & Laut Jawa pada 1980-an. Satu2nya fishing ground dunia yg masih tersisa adalah Laut Arafura di Indonesia. Giliran ikan Paus sasaran over fishing berikutnya. Ikan paus termasuk binatang berusia tua dg pertumbuhan jumlah populasi lambat. Perburuan ikan paus didaerah dekat kutub dg peralatan modern tanpa kendali hanya akan menciptakan pemusnahan spesies perairan yg dpt mengganggu matarantai ekosistem kehidupan laut. Jepang adalah negara yg sudah maju dlm segala hal hendaknya berpikir & bersikap arif terhadap eksploitasi jenis sumberdaya hayati dunia yg populasinya terbatas.

  2. Nasionalis indo berkata:

    Iptek & modal investasi Jepang yg sudah maju & kaya mengapa tidak berfikir untuk melakukan konservasi-budidaya laut ber sama2 dg badan/LSM pecinta lingkungan sehingga dapat mengembangkan populasi spesies paus, dpt melakukan pengendalian keseimbangan populasi yg berlebih dg penangkapan yg selektif terukur berwawasan lingkungan serta dapat dipertanggungjawabkan secara internasional.

  3. Nasionalis indo berkata:

    Pertikaian pemburu paus nelayan Jepang dg badan/LSM pecinta lingkungan yg menimbulkan insiden korban tenggelamnya kapal “Aby Gail” adalah kejahatan lingkungan sekaligus kejahatan kriminal yg tdk dapat ditolelir & harus ada sangsi tegas dunia internasional. Selanjutnya agar tidak terulang kembali insiden2 serupa maka diperlukan ketegasan Hukum Internasional terkait pengendalian potensi paus yg merupakan potensi sumberdaya hayati dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s