Film Pendek Independen Indonesia Juarai Kompetisi ADB

Film pendek independen Indonesia bertajuk “Save Water” yang dibuat oleh Muhammad “Wawan” Zulqamar menjuarai hadiah utama (“Grand Prize”) dalam kompetisi video “MyView H2O” yang digelar Bank Pembangungan Asia (ADB).

“`Save Water` menang tidak hanya karena diarahkan dan digambarkan dengan baik, tapi juga karena mengandung pesan yang kuat yang disampaikan secara sederhana, padat, dan dengan jenaka serta berdampak kuat,” kata Direktur Utama Departemen Hubungan Eksternal ADB, Ann Quon, dalam rilis ADB yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam “Save Water” digambarkan bahwa hanya dalam jangka waktu lebih dari satu menit, dan tanpa berkata-kata, bagaimana aktivitas mandi dan melestarikan air dapat berjalan beriringan.

Film itu menggambarkan bagaimana satu gayung air saja dapat membuat seseorang bisa melakukan aktivitas mandi dengan menyenangkan dan bersih.

ADB menggelar kompetisi tersebut pada tahun 2011 ini untuk mempromosikan sebab-akibat dan solusi terhadap krisis kekurangan air di Asia.

Para pemenang telah diumumkan pada Hari Air Sedunia, sebuah perayaan global yang dirancang untuk memperingati pentingnya mengelola dengan baik dan benar sumber-sumber air di bumi.

Sedangkan komposisi dewan juri terdiri atas antara lain sutradara Jepang Momoko Ando yang pernah menjuarai kompetisi film internasional, sutradara Indonesia Joko Anwar yang kerap disebut sebagai salah satu sutradara muda terbaik Asia, dan pembuat film dokumenter AS Christopher Beaver yang juga kurator laman dokumenter docspopuli.com.

Dewan juri lainnya adalah Khavn dela Cruz yang diberi julukan “Bapak Pembuat Film Digital Filipina”, pembuat film dokumenter China Du Haibin dan pembuat film dokumenter Pakistan Samar Minallah, serta Penasehat Senior Presiden ADB, Arjun Thapan.

Pada kategori di bawah-21 tahun, pemenangnya adalah Emmanuel “Joe” Ortigas yang berusia 18 tahun dari Filipina dengan film bertajuk “Time to Refill”, yang memaparkan bahayanya bila dunia kekurangan air.

Sementara pada kategori di atas-21 tahun, pemenangnya adalah Nash Anggahan dari Filipina dengan film “My Riverside Home” yang menuturkan kisah yang menggugah mengenai kehidupan seorang wanita di rumahnya yang terletak di pinggir sungai.

Berdasarkan data ADB, di kawasan Asia-Pasifik sekitar 500 juta orang masih kekurangan akses kepada air yang dapat diminum. (ANTARA)

Tentang rusman

kenali aku apa adanya...
Pos ini dipublikasikan di budaya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s