Koperasi Harus Mampu Menandingi Kekuatan Skema Globalisasi dan Kapitalisme Global

Tekanan globalisasi dengan hantu kapitalismenya saat ini semakin kuat mempengaruhi perekonomian dinegara-negara berkembang, termasuk diantaranya Indonesia. Kekuatan skema globalisasi dan kapitalisme global seakan tidak dapat dihindari dan dibendung. Padahal, Indonesia memiliki satu sistem perekonomian yang memumpuni, yakni Koperasi- yang bila dikelola secara optimal akan dapat membendung kekuatan kapitalisme global.

Demikian salah satu bahasan yang mencuat pada diskusi terbatas bertajuk “Dialog anak bangsa dalam melihat kondisi Indonesia saat ini.” Acara yang diselenggarakan oleh Grahana Casta, sebuah perhimpunan kepemudaaan, berlangsung pada Sabtu (25/2) lalu di Starbucks Plasa Bintaro, dihadiri oleh unsur kepemudaan, mahasiswa, profesional dan dosen.

Terkait dengan Koperasi, Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute yang didaulat menjadi narasumber utama memaparkan, bahwa saat ini koperasi memiliki kelemahan dasar, yakni hanya dijadikan sebagai salah satu pelaku usaha disamping swasta dan BUMN. “Mindset koperasi seakan-akan orang yang kalah atau yang terpinggirkan,” tegas Hendrajit.

Hendrajit, yang juga dewan pakar Grahana Casta ini juga kerap menawarkan gagasan mengenai koperasi terlebih dahulu dibangun secara kultural. “Karena titik tolaknya adalah gotong royong, saling menolong, saling menguatkan dan saling mengisi. Dimana tekanannya adalah fund rising, kesatuan usaha dan kesatuan gerak,” jelasnya.

Jelas koperasi tidak hanya dimaknai secara ekonomi, tapi budaya dan bahkan politik. “Koperasi seharusnya mampu menjadi dasar menandingi kekuatan skema globalisasi dan kapitalisme global,” katanya.

Di India koperasi dapat berkembang dengan model ahitma, sementara di Iran juga dapat berkembang dengan nama bazaar. Setidaknya, itu semua karena atas dasar secara kultural, yang mampu membangun fund rising dari masyarakat.

“Yang berkembang sekarang dalam dunia politik ini, pada setiap pencalonan, baik di DPRD, DPR bahkan presiden sekalipun, berangkat atas dasar ‘cukong’ bukan terbangun dari kesadaran masyarakat. Bukan berangkat dari kekuatan bawah yang mendukungnya,” tegas mantan wartawan Tabloid Detik ini.

Mindset yang terbangun seperti ini menurut Hendrajit menjadikan masyarakat berorientasi atau berlomba-lomba mengejar uang dan kekuasaan sebagai tujuan. “Dan ini sebenarnya lebih berbahaya dari materialisme atau hedonisme,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut Hendrajit menambahkan, hasrat atau orientasi untuk berkuasa yang mulai menggejala belakangan ini berorientasi kepada uang menjadi tabiat politik.

Terkait Grahana Casta, Hendrajit berpendapat, selama kurun waktu 36 tahun, Grahana Casta yang diketuai Soni Gondokusumo terbilang cukup memiliki daya tahan. “Hanya ada otokritik, dimana diluar daya tahan dan dibangun berdasarkan persahabatan yang menjadi point penting. Organisasi ini dalam perkembangannya terlalu cair, sehingga belum dapat menghadirkan program yang menjadi tujuan bersama,” kata Hendrajit.

Seperti diketahui, Grahana Casta telah membentuk koperasi bernama Grahana Casta Mappan. Menurut Ferdiansyah Ali, salah satu dari dewan pendiri koperasi mengatakan, koperasi ini nantinya menjadi sarana untuk memperkuat perekonomian yang berpihak pada masyarakat kecil.

“Untuk saat ini koperasi akan fokus pada pemberdayaan para petani beras organik. Dan tidak menutup kemungkinan ada pengembangan usaha –usaha lain nantinya,” kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Nasional ini, yang juga pengurus Grahana Casta Mappan. (RD)

Tentang rusman

kenali aku apa adanya...
Pos ini dipublikasikan di Diskusi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s