Rekonsiliasi Hamas dan Fatah Sebuah Keniscayaan

Presiden Palestina, Mahmud Abbas, Selasa, mengungkapkan sudah saatnya untuk memutuskan sebuah rekonsiliasi dengan gerakan Hamas yang memerintah Gaza dan menyatukan kekuatan Palestina.

“Ini saatnya untuk menangani masalah rekonsiliasi secara serius dan untuk beberapa kontrak dengan mediasi Mesir guna sebuah rekonsiliasi,” kata Abbas dalam sebuah pertemuan pemimpin Palestina yang dihadiri oleh Massereddine al-Shaer, seorang wakil pemimpin Hamas.Dalam pertemuan itu Abbas, kubu Fatah mengatakan, “Kami berharap dapat menyepakati sebuah pertemuan dan sebuah pertemuan kepemimpinan di Mesir untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung terlalu lama ini.”

Tentu saja keinginan Abbas ini beralasan, pasalnya ketegangan antara Hamas dan Fatah telah meruncing sejak 2006, saat Hamas memenangkan pemilu legislatif. Hamas merebut kekuasaan di Gaza pada tahun berikutnya, mengakhiri sebuah perjanjian pembagian kekuasaan dengan partai Fatah yang memegang kekuasaan di Tepi Barat.

Mayoritas dukungan dunia terhadap negara Palestina belakangan ini menarik untuk disimak. Sidang Majelis Umum PBB, Kamis, 29 Nopember 2012, dengan suara mayoritas mensahkan peningkatan status Palestina di PBB dari “kesatuan” jadi “negara non-anggota”.

Sebanyak 193 negara anggota PBB memberi suara –138 berbanding sembilan, dan 41 abstain– untuk mendukung rancangan resolusi yang ditaja-bersama oleh sebanyak 70 negara –termasuk China, Aljazair, Angola, Brazil, Kuba, Jordania, Kenya, Nigeria, Pakistan, Peru, Qatar, Senegal, Afrika Selatan, Tajikistan, Venezuela and Zimbabwe. Sepuluh negara ditambahkan ke dalam daftar penaja-bersama rancangan resolusi. (baca: Sidang Majelis Umum PBB Tingkatkan Status Negara Palestina)

Berdasarkan catatan The Global Review, rencana Abbas terkait rencana rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah bukan kali pertama dilakukan. Terakhir pada pengunjung Nopember lalu, pihak Hamas mengumumkan akan membebaskan anggota Fatah yang mereka tahan di penjara Gaza. Tindakan tersebut merupakan upaya Hamas untuk melakukan rekonsiliasi dengan pihak Fatah.

Tentu saja langkah rekonsiliasi Hamas dan Fatah akan mendapat sambutan keras dari Israel. Isarel tidak akan tinggal diam membiarkan Fatah dan Hamas bersatu. Dipastikan bila memang rekonsiliasi terwujud tentu saja Israel akan semakin meradang.

Simak bagaimana sikap “berang” Israel ketika dunia memberikan simpatinya terhadap Palestina pasca pengumuman Sidang Umum PBB lalu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ahad (2/12), mengumumkan, pemerintah Israel menolak peningkatan status Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) menjadi negara pengamat non-anggota di PBB.

“Tindakan sepihak PNA di PBB merupakan pelanggaran besar terhadap kesepakatan yang telah ditandatangani dengan Israel. Oleh karena itu, pemerintah Israel menolak keputusan Sidang Majelis Umum PBB,” tegas Netanyahu. (baca Netanyahu: Israel Tolak Keputusan Sidang Majelis Umum PBB).

Bahkan, pasca diberlakukannya status terhadap Palestina di Sidang Umum PBB, justeru Israel mengumumkan akan membangun 3.000 pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Jelas ini sebuah perlawanan Israel. (baca UE: Rencana Israel Bangunan 3.000 Permukiman Hambat Perdamaian)

Israel ibarat negara yang memiliki kekebalan hukum internasional. Dunia seakan tidak memiliki kekuatan untuk menindak Israel. Padahal, kencaman dari negara-negara yang bersimpati kepada Palestina ibarat bola salju-terus bergulir- menghujat negara Zionis ini.

Namun lagi-lagi Israel selalu aman dari zona sanksi internasional atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, termasuk kejahatan kemanusiaan. (baca: Hamas: Kerusakan Agresi Israel di Gaza capai Rp11,2 Triliun)

Berharap akan rencana rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah dapat benar-benar terwujud. Karena ini adalah sebuah keniscayaan. (dari berbagai sumber)

*Direktur dan Peneliti Global Future Institute

Tentang rusman

kenali aku apa adanya...
Pos ini dipublikasikan di Celoteh. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s