Isu Gunung Ciremai Dijual Kepada Chevron dan Faktanya

Isu gunung Ciremai, Jawa Barat , dijual kepada Chevron dengan harga 60 Triliun belakangan ini heboh dibicarakan. Pihak pemerintah membantah berita tersebut. Lantas, kenapa Chevron disangkut-pautkan?

“Tidak ada kebijakan atau dalam rencana sekalipun untuk menjual gunung ciremai kepada Chevron dengan harga 60 T. Sekali lagi tidak ada dan tidak benar, serta tidak masuk akal, “ seperti dijelaskan Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, dalam status disosial media fesbuk, Senin (03/03/2014).

Lebih lanjut Andi mengatakan, “Di sidang Kabinet maupun statemen langsung dari Presiden, para menteri dan yang berwenang tidak ada rencana itu. Berita hoax itu segera dihentikan. Sumber pertama berita yang meresahkan ini agar meralat segera semua praduga yang meresahkan. Memang ini menjelang pemilu, masih banyak cara terhormat yang dapat dilakukan, bukan dengan menyebar berita seperti itu.”

Isu penjualan Gunung Ciremai di Kuningan Jawa Barat oleh pemerintah kepada perusahaan energi asal Amerika Serikat (AS), Chevron Geothermal Indonesia Ltd akhir memang belakangan ini santer dibicarakan. Isu ini bersumber dari sebuah pesan berantai yang beredar di masyarakat dari seseorang pada Senin (3/3/2014) ini.

Seperti diketahui, Chevron memang diketahui memenangkan tender eksplorasi energi panas bumi (gheotermal) di wilayah tersebut dari Pemerintah Daerah Jawa Barat. Nantinya, perusahaan akan bekerjasama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam eksplorasi kawasan ini.

Namun, Chevron Geothermal Indonesia Ltd mengaku hingga kini belum melakukan kegiatan apapun di gunung Tertinggi di Jawa Barat ini. Meski sejak 2012 perusahaan AS ini sudah memenangkan tender pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di wilayah itu. Pasalnya, perusahaan belum mendapatkan Izin Usaha (IUP) Pertambangan dari Pemerintah Jawa Barat.

Policy Government and Public Affair Chevron Geothermal Indonesia Ida Bagus seperti yang dikutip laman Liputan6 mengatakan, setelah ditetapkan sebagai pemenang tender pengembangan panas bumi, Pemerintah Jawa Barat meminta agar perusahaan ikut menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) miliknya.

“Sesuai kehendak Pemda, Chevron akan berpartner dengan BUMD Jabar yang saat ini masih dalam tahap pembicaraan,” kata Ida Bagus di Jakarta, Senin (3/3/2014).

Setelah mendapatkan kesepakatan kerjasama inilah, lanjut Ida, Pemerintah Jawa Barat baru akan mengeluarkan IUP. Hal ini yang membuat perusahaan belum bisa melakukan kegiatan pengembangan.

Kondisi Panas Bumi Indonesia

Terlepas dari berita tersebut, agaknya perlu diketahui bahwa Indonesia memiliki sekitar 127 gunung berapi. Begitu banyaknya gunung api yang ada, tentu ini menjadi berkah kemakmuran rakyat bila eksplorasi energi panas bumi (gheotermal) dikelola dengan baik oleh negara.

Pemanfaatan gheotermal hingga kini belum serius diminati. Padahal, Indonesia rajanya panas bumi. Itu terbesar di dunia.

Sementara bandingkan dengan pemanfaatan energi panas bumi di negara lain seperti Skandinavia. Di sana, panas bumi menjadi energi alternatif dan andalan. Walaupun negara ini memiliki banyak minyak, namun negara ini menggunakan panas bumi. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Apapun, isu tentang Gunung Ciremai dijual kepada pihak asing membuka kesadaran akan pentingnya menjaga, mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan nasional. Bukan sebaliknya, untuk kepentingan asing.

———
Artikel dipublikasi di The Global Review

Tentang rusman

kenali aku apa adanya...
Pos ini dipublikasikan di Lingkungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s