Mengawasi Hutan dengan Internet, Setelah Itu?

Sejumlah lembaga seperti Google, Program Lingkungan PBB (UNEP), World Resources Institute (WRI) dan bersama lebih dari 40 mitra lainnya meluncurkan sistem pengawasan hutan baru berbasis Internet dengan nama Global Forest Watch (GFW). Setelah melakukan pengawasan lewat teknologi, selanjutnya bagaimana menghadapi kerusakan hutan?

Sistem GFW yang diluncurkan pada Februari 2014 ini adalah sistem pertama yang menyatukan teknologi satelit terkini, prinsip keterbukaan informasi (open data) dan kerja gotong royong (crowdsourcing) guna menjamin akses informasi hutan secara cepat dan tepat. “Selain itu sistem GFW ini mampu memonitor kerusakan hutan secara hampir bersamaan (near real time),” demikian seperti dikutip laman hijauku.com

Munculnya sistem ini agaknya beralasan. Pasalnya, berdasarkan data University of Maryland dan Google, dunia telah kehilangan 2,3 juta kilometer persegi atau 230 juta hektar tutupan pepohonan (tree cover) dalam periode 2000 hingga 2012. Ini artinya, tingkat kerusakan hutan ini sama setara dengan 50 lapangan bola setiap menit, sehari selama 12 tahun berturut-turut. Mengerikan.

Berdasarkan catatan, negara dengan kerusakan hutan dan kehilangan tutupan pepohonan tertinggi adalah Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat dan Indonesia.

Berdasarkan informasi, sistem GFW ini tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah. Lembaga finansial juga bisa menggunakan sistem ini untuk mengevaluasi risiko investasi perusahaan. Pembeli minyak kelapa sawit, kedelai, kayu dan daging sapi bisa memonitor apakah produk mereka diproduksi sesuai dengan komitmen dan standar yang lestari.

Selain itu, masyarakat adat juga bisa memanfaatkan peta ini untuk melaporkan dan mengunggah foto-foto kerusakan dan pelanggaran yang terjadi di tanah mereka. Sementara lembaga swadaya masyarakat bisa menggunakannya untuk memantau deforestasi, memobilisasi aksi dan mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan pemerintah atau perusahaan.

Fungsi Hutan bagi Kelangsungan Hidup

Kerusakan hutan yang terjadi berbagai belahan dunia merupakan ancaman serius untuk segera disikapi. Pasalnya, hutan memiliki fungsi atau manfaat yang penting bagi keberlangsungan hidup.

Secara umum, hutan memiliki fungsi sebagai paru-paru dunia (planet bumi), sehingga perlu dijaga. Bila tidak, ini akan membawa dampak yang buruk bagi kita di masa kini dan masa yang akan datang.

Setidaknya inilah fungsi/manfaat hutan:

1. Manfaat/Fungsi Ekonomi
– Hasil hutan dapat dijual langsung atau diolah menjadi berbagai barang yang bernilai tinggi.
– Membuka lapangan pekerjaan bagi pembalak hutan legal.
– Menyumbang devisa negara dari hasil penjualan produk hasil hutan ke luar negeri.

2. Manfaat/Fungsi Klimatologis
– Hutan dapat mengatur iklim
– Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan.

3. Manfaat/Fungsi Hidrolis
– Dapat menampung air hujan di dalam tanah
– Mencegah intrusi air laut yang asin
– Menjadi pengatur tata air tanah

4. Manfaat/Fungsi Ekologis
– Mencegah erosi dan banjir
– Menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah
– sebagai wilayah untuk melestarikan kenaekaragaman hayati

Begitu pentingnya fungsi/manfaat hutan bagi keberlangsungan hidup. Dan agaknya, bentuk pengawasan hutan dengan teknologi berbasis internet perlu disambut baik. Namun, pencegahan atas kerusakan hutan juga menjadi prioritas yang perlu dilakukan. Juga, tindakan lain yang lebih penting adalah bagaimana mengembalikan hutan yang rusak kembali rindang. Agar fungsi hutan sebagai paru-paru dunia (planet bumi) tetap terjaga.

Tentang rusman

kenali aku apa adanya...
Pos ini dipublikasikan di Lingkungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s