Arsip Kategori: budaya

Pencak Silat Digandrungi Masyarakat Maroko

Pencak Silat Indonesia yang merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia cukup digemari oleh masyarakat Maroko. Hal ini terlihat saat anak-anak, remaja dan pemuda Maroko mendemonstrasikan kemampuan pencak silat Indonesia di hadapan publik Maroko, Asosiasi Pencak Silat Indonesia Maroko yang menjadi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di budaya | Meninggalkan komentar

Film Pendek Independen Indonesia Juarai Kompetisi ADB

Film pendek independen Indonesia bertajuk “Save Water” yang dibuat oleh Muhammad “Wawan” Zulqamar menjuarai hadiah utama (“Grand Prize”) dalam kompetisi video “MyView H2O” yang digelar Bank Pembangungan Asia (ADB). “`Save Water` menang tidak hanya karena diarahkan dan digambarkan dengan baik, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di budaya | Meninggalkan komentar

Festival Mentoring Gali Potensi Pelajar Yogyakarta

Sebuah lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan dan pemberdayaan pelajar muslim, Sketsa, kembali menggelar festival mentoring untuk lebih menggali potensi yang dimiliki pelajar di Kota Yogyakarta. “Potensi yang dimiliki pelajar sebagai generasi muda sangat banyak, dan potensi-potensi itu perlu digali … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di budaya | 1 Komentar

Menunggu Angklung Sebagai Warisan Budaya Dunia

Alat musik Angklung merupakan warisan budaya asli Indonesia yang mesti dilestarikan. Setelah batik mendapat pengakuan dari UNESCO (Badan PBB yang membidangi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan) sebagai warisan asli Indonesia, kini angkluk menunggu dikukuhkan sebagai wirisan budaya dunia.

Dipublikasi di budaya | Meninggalkan komentar

Dua Lakon Jenaka Itu Dimainkan

Studiklub Teater Bandung (STB) melakukan pementasan di Jakarta. STB membawakan dua lakon sekaligus, Pagi yang Cerah dan Pinangan. Pementasan teater yang sarat dengan dialog jenaka. Donna Laura, perempuan tua bangsawan, asyik memberikan remah-remah roti kepada puluhan merpati di sebuah taman … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di budaya | Meninggalkan komentar

Buku Kiri, Riwayatnya Kini

Di zaman Soeharto, karma dilarang, buku-buku kiri dicari orang. Di zaman Gus Dur, karena tidak dilarang, buku-buku kiri dicemaskan sebagian orang. Yang kiri dan yang kanan sempat hidup dalam kebersamaan. Di zaman “Nasakom” dulu, buku-buku kiri bebas beredar sebagaimana buku-buku … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di budaya | Meninggalkan komentar

Satu Pemimpin, Satu Wangsit

Dari generasi ke generasi masyarakat adat kasepuhan tetap memelihara tradisi. Untuk menentukan pemimpin, juga untuk membuat keputusan penting, mereka masih mengandalkan isyarat langit. Inilah bagian kekayaan budaya dari salah satu “penghuni” Gunung Halimun Selatan. Di kaki Gunung Halimun Selatan tersembunyi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di budaya | Meninggalkan komentar